Tuesday, February 17, 2009

I'm going to give this blogging this a try!

Ok, I have to say it...I LOVE nail polish. My sister recently told me that I need to join a support group for my addiction, hence the name of my blog - Nail Polish Addiction Anonymous. It's very fitting. While my stash may not be as huge as some people, it's pretty big. I probably will never wear ALL the polish I own simply because I don't change my mani very often (only once a week), and I keep buying more. In fact I'm due for a haul pretty soon!
Let me tell you a little bit about myself. I'm in my 30's, married, and have 2 beautiful boys. In fact my youngest will be 6 weeks old tomorrow. I teach high school chemistry in a small town in Virginia. I grew up in Western NY...miss it terribly, but I do like the life my husband and I have made for ourselves here in VA.
I'm finally starting to run out of room in the small space alloted in my linen closet for my polish. I told DH that I have to buy one of those plastic rolly carts for it because at this point in my life I can't have small boxes of polish scattered throughout the house.

This is my current mess:



I REALLY need to get organized!

Anyways...as I said previously, I don't change my mani very often. Once a week, tops. I have 2 small boys and I work full time...I WISH I could do it more, but it's a stretch. So, you won't see NOTD posts very often. Plus, the polish that you see is probably going to be out of season, but hopefully that will inspire you to dig through your stash and get out something you haven't worn in awhile!

So, there you have it, my new blog. PLEASE...if you can think of a way to improve this, let me know...I'm still learning!

Sunday, February 15, 2009

Makna, Arti huruf V


Baru saja kita melewati tanggal yang dirayakan sebagai hari "kasih sayang", Valentine Day. Memang banyak pro dan kontra tentang perlu atau tidak perlu dirayakan di negara kita, atau beberapa pendapat yang lebih tajam mengatakan bahwa itu tidak sesuai dengan budaya timur. Sebenarnya kalo kita mau menyikapi dengan bijak, Budaya Indonesia itu sangat fleksibel dan permisif, sangat mudah menyerap dan memodifikasi budaya2 asing. Sejak zaman nenek moyang, budaya Hindu, India, Arab, Eropa, China sudah beradaptasi dan membentuk budaya Indonesia yang masing2 yang memiliki ke ciri khas nya masing2...bukankah ini sebenarnya memperkaya kazhanah budaya bangsa..? cuma memang memerlukan waktu untuk berasimilasi.
Nah dalam posting kali ini saya tertarik menyoroti kata Valentine...bukan makna kata nya tetapi justru huruf pertama nya itu lho....huruf "V". Kenapa saya pribadi selalu tertarik dengan kata yang berawalan huruf "V"...? banyak alasannya.
Sebagai ilustrasi, Pada PD II, Adolf Hitler dengan ilmuwan2 per-roketannya, Von Braun dkk, menciptakan Roket untuk pertama kali, yang dapat mencapai kota London, roket tersebut di beri nama " V2". mungkin ada arti khusus dalam bahasa Jerman...tetapi mau tidak mau itu juga melambangkan kemenangan negara Jerman sebagai pionir dalam teknologi Roket.
Seorang atlit yang baru saja memenangkan pertandingan, mereka akan meluapkan kegembiraannya dengan mengacungkan jari ke-2 dan 3 membentuk huruf "V", artinya kita semua tahu adalah "Victory", coba bayangkan sandainya jari ke 3 doang yang diacungkan! wah...bisa berabe tuh....
Dalam Mitologi (yunani) kuno ada istilah "Venus", yaitu nama dewi kesuburan/ sexualitas, dewi lambang kewanitaan. apakah ini kebetulan...?
Pada wanita, ada area2 tubuh mereka yang disebut sebagai "area V" , melambangkan daerah kewanitaan mereka, apakah ini merupakan gambaran dari luar bentuk kewanitaan mereka...? atau merupakan singkatan dari kata "va#ina"...?
Satu lagi, kita sering melihat gambar iklan jam tangan/jam dinding (analog), kenapa jarum nya selalu menunjukkan angka 10.10...? kenapa bukan 12.00 atau 06.00 ?, apakah ini berkaitan dengan huruf "V"...? atau sekedar estetika biasa...?
Baiklah, mari para teman sejawat Blogger kita berbagi pengalaman dan pengetahuan kita untuk mengartikan makna huruf "V" tersebut....

Thursday, February 12, 2009

Figur & Fitur Pemimpin (ideal)


Ibaratnya "gayung Bersambut", setelah Blog Cantik mempostingkan artikel dengan judul "Aku Dan Koruptor" yang kebetulan ditautkan dg artikel saya sebelumnya dengan judul "Politik-polemik-Pemilu-Prihatin"....menurut saya cukup menghebohkan...! dengan munculnya komentar2 dari para sejawat blogger yang telah menunjukkan "identitas" ke intelektualitasannya....Saya akui komentar2 mereka di blog cantik maupun blog saya ini sangat menggairahkan, membuat saya berpikir dan berpikir terus....ternyata komunitas Blogger tidak bisa di anggap remeh opininya walaupun dalam komunitas yang terbatas
Ada satu koment dari sejawat blogger yang masuk dari blog cantik, yaitu dari blog ini (Fernando), begini komen nya:

"sebenarnya nggak ada pemimpin di negri kita fine2 aja tuh, contohnya di jatim, udah berbulan2 nggak punya gubernur rakyatnya tenang2 aja, masih bisa ngejalani aktivitas sehari2, ya masih bisa makan dll.
dimana sebenarnya letak kebutuhan kita terhadap seorang pemimpin negri ini?.
salam kenal"
12 Februari, 2009

Opini Fernando sudah saya jawab, tetapi saya merasa kurang puas dengan jawaban saya, karena saya menyadari keterbatasan saya dalam bidang Ilmu Politik, maupun ilmu2 sosial lainnya.
Maka saya lontarkan opini dari Fernando untuk teman2 sejawat Blogger ikut urun rembug memberikan opininya juga, termasuk pertanyaan saya pada "judul" posting ini.
Thank's
(special Tx4 Fernando & Shanty)

Monday, February 9, 2009

DREAM


Dear friends,
Beberapa hari terakhir ini aku terkapar di RS, banyak tindakan medis yang kualami, banyak obat-obatan yang masuk ke tubuhku, dan….semuanya sangat tidak menyenangkan, menyebalkan…! .Tapi apa mau dikata…itu sudah merupakan konsekwensi yang diterima manakala kita menginginkan suatu kesembuhan.Memang tidak enak menjadi pasien.
Aku mau cerita...
Disaat-saat aku beristirahat dalam buaian obat2 sialan yang menidurkan dan melupakan sesaaat atas nyeri ku ini, aku selalu mengalami mimpi. Mimpi itu tidak berbeda dengan mimpi2 yang kualami saat kondisi biasa (sehat), namun karena mimpi2 ini kualami saat sedang dalam kondisi perawatan medis, maka begitu intens rasanya.
Beberapa mimpi yang kualami antara lain
1) mimpi pengalaman masa kecil,
2) moment2 bahagia bersama alm kedua orang tuaku.
3) mimpi buruk tentang pemakaman / kematian,
4) mimpi seolah-olah bertemu dg orang/teman dari masa lalu,
5) mimpi bertemu dg orang2 yang sudah tiada,
6) mimpi terbang , traveling, bermain air.
7) mimpi bertemu dengan orang2 yang tidak kukenal, ditempat yang aku belum pernah kesana.
8) mimpi berjalan-jalan ketempat yang asing tetapi indah,
9) mimpi erotis (yumy...yumy....., hehehe..jujur nih.....)
Hebatnya lagi, aku merasakan seolah-olah seperti nyata, bisa diputar ulang / flash back, seperti menyaksikan rekaman film, bahkan seperti mengalaminya sendiri.Aku seperti bisa mencium aroma kopi, harum bunga, bahkan melihat warna2 indah langit, gunung dan bunga2.
Sekarang aku ingin berbagi dengan teman2 sekalian tentang ”mimpi”, sebagai diskusi awal saya ada dua pertanyaan :
1. Apa itu mimpi (versi teman2 sekalian....bebas aja....)
2. Mimpi itu berwarna atau hitam putih....?
Thanks....!

Monday, February 2, 2009

PERKAWINAN


Banyak orang bilang perkawinan adalah penyatuan dua "jiwa/pribadi" menjadi satu, ada juga pendapat lain mengatakan perkawinan adalah penyatuan dua keluarga besar menjadi satu keluarga yang lebih besar lagi. Apa Cuma itu…? Sebenarnya apa sih hakikat dari perkawinan…? Apakah perkawinan itu suatu ibadah ? apakah perkawinan itu merupakan hal yang wajib dilakukan? Lalu bagaimana dengan pendapat yang mengatakan bahwa perkawinan itu untuk melestarikan silsilah keluarga, untuk mewariskan sejarah keluarga dan meneruskan generasi atau bahkan untuk mewariskan nama keluarga, harta dan profesi?
Ada lagi pendapat yang lebih ekstrim; bahwa perkawinan merupakan lembaga untuk melegalkan hubungan sexual belaka….?
Pendapat2 seperti diatas sah-sah aja si…buatku tergantung dalam konteks apa kita bicara. Berhubung aku bukan seorang yang ahli dalam hal ke agama-an maka aku cuma mau bicara dalam konteks yang kuketahui aja.

Perkawinan memang merupakan bentuk dari suatu ikatan yang sah menurut undang-undang untuk melegalkan terjadinya suatu hubungan sexual antara seorang pria dan wanita. Tapi apa Cuma itu doank…? Tentu saja tidak….Faktor fisik dan psikis ikut menentukan. Lalu bagaimana syarat bahwa perkawinan tersebut baik dilakukan menurut sudut pandang kesehatan? Tentunya harus memenuhi beberapa syarat, yaitu ;
1. fisik
Dalam hal ini organ2 reproduksi telah berkembang dengan sempurna, dimana pada pria hormon kelamin telah mencapai tingakatan yang optimal, organ2 kelamin telah siap memproduksi sel spermatozoa, sedangkan pada wanita selain telah mencapai masa kesuburan ditandai dengan adanya siklus menstruasi, tentunya harus didukung oleh pertumbuhan fisik yang sempurna, misal luas/lebar lingkar panggul yang mampu mengakomodasi proses kelahiran.

2. Psikis / mental/kognitif.
Baik pria maupun wanita telah mencapai usia kematangan secara kognitif, jadi sudah mengerti tentang resiko dari perkawinan adalah terjadinya kehamilan.

3. Ekonomi dan sosial-budaya setempat

Syarat 1&2 diatas hanya bisa dicapai apabila sudah mencapai usia produktif secara medis, diambil patokan wanita > 16 tahun, kalo pria > 18 tahun (kalo gak salah, di Indonesia),
Konsekwensi dari masalah diatas, ada beberapa kondisi dimana perkawinan tersebut tidak boleh dilakukan, misalnya kalo dia menderita gangguan mental seperti Cerebral palsy, idiot / keterbelakangan mental, menderita schizophrenia dll.

Bagaimana seandainya salah satu atau salah dua dari pasangan tersebut ternyata membawa gen / kromosom penyakit keturunan ? seperti kelainan darah, kelainan saraf, kelainan otot, bahkan kelainan otak…..? ini jadi sulit, dibutuhkan suatu konseling gen dari para ahli kedokteran genetika, merekalah yang nantinya dapat membantu menganalisa bagaimana resiko2 yang akan dihadapi seandainya kehamilan terjadi.
Seandainya resiko terlalu besar, dan persentase untuk melahirkan anak cacat termasuk tinggi, dianjurkan untuk membatalkan perkawinan tersebut…Tetapi seandainya cinta sudah melekat (heheheh...) dan tidak bisa dipisahkan lagi, maka perkawinan boleh dilakukan tetapi dengan syarat ; Sebaiknya jangan hamil dan melahirkan anak…….
Wahhhh…susah ya… harus adopsi….? Apa mending gak usah kawin aja ya...?
Atau....lebih baik cukup gonta-ganti pacar aja.....?
Ahh...kalo itu Monyet juga tahu...siapa yang jadi juaranya....eh....pacarnya !....hahaha......


PS: buat sweet-home

(artikel ini pernah saya post kan beberapa bulan yg lalu, hak cipta gambar monyet ada di tangan saya)