Tuesday, March 10, 2009

Co-Ass Pato (Patologis)


Iseng2 buka album foto lama, eh nyampe juga album zaman aku kuliah dulu.
Kebetulan saat kuliah, aku bukan termasuk golongan mahasiswa yang lurus, santun dan kutu buku….malahan kebalikannya, aku termasuk kelompok mahasiswa yang bandel, suka becanda, aktif di kegiatan kampus , banyak ulah, banyak teman, tapi nggak bodho, hehehe…..buktinya aku dulu lulus terbaik dengan predikat cumlaude.
(yang berdiri di atas cah bontot, dokter konsultan S2, kebetulan adik kandung Menteri Keuangan kita DR.Sri Mulyani, terus yg digaet lehernya itu si churniawati-spesialis anaestesi, yang berdiri pake baju biru si Sugeng Ibrahim, dokter plus anggota dewan di Rembang, Yang berjilbab si Hermina-spesialis Radiologi, yang duduk itu aku dg mantan pacarku-spesialis Radiologi juga)

Aneh juga kalo nginget2....Padahal mantan pacarku dulu (sekarang jadi istri) bilang kalo aku itu mahasiswa psikopat, cocoknya ya sama orang2 yang psikopat, tadi nya aku menyangkal..masa' siiii...aku psikopat...?
kayaknya sekarang aku mengakui kalo hipotesis itu terbukti deh, sahabatku yang paling setia , namanya Topo (cah bontot), tu juga orangnya aneh…mirip2 aku lah....tipe pemberontak, anti kemapanan, revolusioner….yang sekarang agak terbelenggu dengan status sebagai kepala rumah tangga, suami dan ayah.

(saat kita lagi iseng di ruang operasi gigi, tugas akhir sebelum lulus)

Ngeblog adalah salah satu cara untuk mang-aktualisasi hasrat terpendam akan sedikit “kebebasan”…hehehe…..walaupun aku menyadari bahwa zamannya udah beda.
Yang penting...semangat...semangat.!!!!

Sunday, March 8, 2009

Buat Kamu


Kamu yang belum lama ku baca,
yang belum lama ku dengar,
Kamu yang baru ku kenal,

Kamu yang belum pernah ku temui,
Kamu yang selalu kunanti,
Dengan sekeping hati ter-iris,
Dengan segenggam nestapa,dibalik asa,

Baik-baik kamu di situ ya....

Friday, March 6, 2009

Memilih Pasangan ....(yg seimbang)

Kita sering dihadapkan pada situasi dimana kita harus menetapkan pilihan. Contoh nya : memilih baju untuk dipakai resepsi, meilih kendaraan yang akan kita gunakan, memilih lokasi rumah, memilih presiden bahkan yang lebih penting lagi memilih pasangan hidup kita... ...
Sejak manusia dilahirkan sampai dia meninggal selalu dihadapkan pada situasi itu. Bagaimana sih cara manusia menetapkan suatu pilihan? Manusia pada dasarnya mempunyai naluri untuk memilih sesuatu yang merupakan kebutuhannya yg paling penting , paling mendesak.Namun tidak serta merta pilihan yang diambil itu boleh sembarangan saja dengan tidak memikirkan kepentingan pihak/orang diluarnya. Karena itu banyak faktor / kategori / kriteria yang digunakan sebagai dasar dimana seseorang menentukan pilihannya. Disini saya memakai istilah ”kriteria”.
Contoh paling sederhana, cara memilih Susu formula untuk anak, mungkin ibu-ibu akan memakai kriteria : harga,nilai gizi, kemudahan mencari/memperoleh, rasa, kemasan, pengalaman diri/keluarga, rekomendasi ibu2 lain dst..dst....
Nah dari beragam kriteria tsb akan dikelompokkan dalam 2 golongan ; yaitu kriteria diterima (inklusi) dan kriteria ditolak (eksklusi). Dari situ nantinya para ibu-ibu akan lebih mudah menetapkan pilihan susu formula yg akan dibeli untuk anak tercinta.
Tentunya keuntungan dari metode ini adalah kita bisa meminimalkan faktor emosi sebagai dasar menetapkan pilihan, misal tetanggaku anaknya di kasih susu Promil, ahh aku juga gak mau kalah, padahal kita tahu betapa mahalnya susu itu. Kerugiannyapun ada juga...yaitu semakin banyak kriteria yang ditetapkan maka akibatnya semakin sedikit kemungkinan mendapatkan pilihan.....ini wajar..karena tidak ada/jarang ada sesuatu yang memiliki nilai sempurna...paling bisa mendekati sempurna, itupun setelah kriteria agak dilonggarkan
Bagaimana seandainya teknik memilih itu diterapkan pada situasi dimana kita harus menentukan siapa teman dekat. pacar, pasangan hidup...? prosesnya sebenarnya sama, tetapi lebih ketat lagi. Kita pasti memulai dari performa si ”dia”.
Seandainya aku adalah wanita tentunya kriteria inklusinya a.l : si ”dia” harus lelaki sejati, kepribadiannya kokoh, bermental baja, sopan, tutur kata lembut, fisik bagus (ideal), intelegensia baik, pendidikan tinggi, pekerjaan mapan, keluarga baik-baik, keturunan juga tak ada yg cacat, berakhlak mulia, wajah tidak mengecewakan, romantis tapi humoris..tidak merokok,..dll . Itu mungkin kriteria yang ku gunakan, tetapi masalahnya keluarga kita pun mempunyai kriteria sendiri untuk calon menantunya....Nahh....hal inilah yang sering menimbulkan kesenjangan, dimana pilihan kita kadang tidak disetujui oleh keluarga kita, walaupun kita sudah jatuh cinta setengah mati..! Situasi seperti ini sering menimbulkan keadaan frustasi, dimana seseorang yang merasa bahwa pilihannya selalu tidak dapat ”menyenangkan” semua pihak akhirnya menjadi apatis, dan akhirnya mematikan rasio dan emosinya dan menyerahkan pilihannya pada keluarga (orang) lain.....akibatnya bisa ditebak, bahtera rumah tangga yang mereka tumpangi berlayar laksana perahu di tengah badai, terombang-ambing kesana-kemari...penuh dengan gejolak, perselisihan, pertengkaran....susahnya lagi kalau kadung sudah ada anak.
Memang anak bisa dijadikan sebagai alasan sebagai alat pemersatu dan mencegah perceraian...tetapi kasihan sekali status anak tersebut seandainya hanya berfungsi sebagai meterai pada surat yang rusak!!
Lalu bagaimana cara kita menetapkan pilihan untuk pasangan hidup kita dengan benar? Memang sudah banyak cerita maupun buku2 panduan bagaimana cara memilih pasangan hidup. Cuma saya memiliki pandangan bahwa: Seandainya sudah mantap dengan pilihan kita dan si ”dia” pun memiliki komitmen yang sama dengan kita sesuai dengan kriteria yang sudah kita tetapkan, jalani saja...!!

Menikah adalah suatu komitmen, maka kita jelas membutuhkan waktu untuk saling mengenal terlebih dahulu untuk menilai kecocokan kita dan saling menyelaraskan nya, dan keseimbangan lah yang diharapkan bukannya ketimpangan. Memang butuh perjuangan yang berat, tetapi seandainya kita bisa melaluinya dengan sabar dan telaten, maka semoga akan membuahkan hasil yang baik, yaitu rumah tangga yang ”sakinah” yang berbahagia yang dapat menjadi contoh ideal bagi keluarga2 yang lain.
Begitulah para pembaca sekalian, sedikit uneg-uneg saya tentang ”memilih”, tetapi perlu kita cam-kan benar-benar : memilih itu memang sulit, tetapi lebih sulit lagi menjadi yang terpilih.

Tuesday, March 3, 2009

NOTW: Icing Signature Runway

I've own this bottle of nail polish for well over a year, I think I bought it in December 2007 (how I remember that, and not what I did 5 minutes ago I'll never know). This is my first time using it. I usually have problems with Icing bubbling, but not this time. It's holding up very well and still looks great. I did my mani on Sunday, and it still looks almost like new. I'm just now starting to get some tip wear. Can't complain about that. It's a very sheer color, takes at least 4 coats to get bottle color, maybe more, so I layered it over black.

This picture doesn't really do it justice...the red glitter really has a fire-like glow. This has been compared to China Glaze's Lubu Heels, and while I have yet to do my own comparison, I think Lubu Heels is a little more opaque.



























I think this picture shows the glitter a little better:





















Icing nail polish can be found at Claire's/Icing stores.


Thanks for looking!

Monday, March 2, 2009

News from Zoya

Hello all! Well, it's my last week of maternity leave so I'm a little depressed. I hate to leave my little man. It doesn't help that he's such a mama's boy, but I know he'll be well taken care of. We're sending him to the same daycare that my 2 year old goes to, and they all love him there. They can't wait for Kaden to start next week. It's time though...my students need some structure and authority. They haven't been doing their work I guess. I don't know this batch of kids, we switched semesters while I was on leave. Should be interesting!

Onto the Zoya news. They've been doing a polish exchange...you send in old bottles of nail polish that you no longer want, and they send you brand spankin new Zoya polish in exchange. All you do is pay shipping and processing. A sweet deal if I do say so myself. I know I complained a *little* about Zoya in my last post, but honestly, that mani lasted me a whole week without chipping!! Anyways, the exhange was supposed to end on Saturday, but since it was so successful they extended it through 4/28! So, look through all your polish, get rid of the ones you don't want for some new Zoya's! For more information on the Zoya Polish Exchange visit http://www.zoya.com/exchange.

See you soon!