Menyikapi pemberitaan tentang klaim tari pendet oleh pihak malaysia benar2 membuat keningku berkerut, belum lagi kalau kita browsing internet, wah...tambah panas jidatku, mulai dari klaim terhadap pulau Sipadan-Ligitan yang dimenangkan mereka, klaim Batik, Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, minuman Cendol, Angklung, dan entah apalagi, mungkin si BCL dan Manohara termasuk. Masih ditambah perlakuan sadis terhadap para TKI, belum lagi ulah duta kehormatan mereka Dr Ashari dan Noordin M.Top...
Sebenarnya apa sih masalah dibalik ini semua? Apa hanya sekedar klaim aja, guyonan aja, atau rebutan 'warisan' antar saudara?
Kita harus belajar dari sejarah!
Bangsa Indonesia di kawasan Asia Tenggara sangatlah berbeda dengan bangsa Malaysia maupun negara lainnya. Kita memiliki sajarah sebagai negara agresor, doyan perang..!!
Mulai dari sejarah kuno kerajaan2 di nusantara, selalu ada intrik2 peperangan. Sedangkan pada era Indonesia modern, kita menorehkan sejarah perang kemerdekaan melawan penjajahan Belanda, Pembebasan Irian Barat dg Trikora, Dwikora di perbatasan Kalimantan, operasi Seroja di Tim-Tim, belum lagi operasi2 penumpasan gerakan2 separatis. Kenapa kita tak segan2 untuk perang? Masalah teknis kekuatan militer jelas yang utama tetapi bukan yang terutama, karena kekuatan politik lah penggerak utamanya. Dua pemimpin besar kita Bung Karno dan Soeharto telah mampu mengangkat negara kita menjadi negara yang disegani, kekuatan loby politik dan kekuatan militer kita begitu disegani. Saat Trikora, Belanda hengkang dari Papua karena mereka mendapat rekaman foto udara Amerika, tentang kesiapan negara kita untuk menghancurkan armada Belanda dengan pesawat2 pembom TU-16, penempur Mig 21 dari Uni Sovyet Saat itu kekuatan negara kita adalah termasuk yang terbesar di Asia. Kemudian Operasi Dwikora untuk memerangi Malaysial yg merupakan negara boneka Inggris, tentara kita malah berhadapan dg pasukan Gurkha dan SAS.
Pada era Soeharto kita dekat dengan Amerika serikat, negara kita tumbuh menjadi macan Asia, Timor-Timur kita sikat. Mana ada negara Asean yg protes? Mahathir begitu tunduknya dg Soeharto, bahkan dia menganggap Soeharto adalah 'guru'nya.
Setelah era reformasi, kita berganti pimpinan yaitu: Habibie..hasilnya Tim-Tim lenyap! Kemudian Gus Dur, malah memberi angin segar ke OPM dan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua, era Mega..? Tak taulah...
Yang jelas Indonesia benar2 terpuruk, militer kita dikebiri. Dan....Malaysia unjuk gigi!
jujur saja, 3 negara tetangga kita (malaysial, singapore dan Australia) masih me-netek pada induk semang commonwealth-nya Inggris. Mereka lebih senang BILA INDONESIA LEMAH !!
Karena mereka tahu betapa berbahanya bila segenap potensi bangsa Indonesia bersatu padu dan menjadi suatu kekuatan besar yang mampu merubah peta politik dan ekonomi di kawasan Asia bahkan dunia. Dan sepertinya kita sedang mulai bangkit menuju kesana.
Malaysial nampaknya mau mencoba-coba seberapa berani pemerintahan yang sekarang. Padahal bila sekarang diadakan referendum untuk memilih tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Malaysial...? Mungkin cukup banyak persentase yang memilih PERANG! ...dan kita jadikan Malaysial sebagai propinsi Indonesia yang ke 34...atau 50 sekalian...
Sunday, August 30, 2009
Malaysia / Malingsia / Malaysial...Takut...?
Wednesday, August 5, 2009
Makasih yaa....
Senin sore,
Sepulang dari evaluasi pasien2 cacat/lumpuh akibat cedera tulang belakang pasca gempa di Klaten, aku berencana pulang ke rumahku yang di kopeng-salatiga. Sudah 3 bulan ini kami sekeluarga pindah domisili di Solo.
Menjelang memasuki kota Jogyakarta, hari mulai gelap, kubelokkan mobil ke pom bensin karena perjalananku akan melewati daerah yang bergunung dan berkabut, malam dan sendiri lagi.
biasanya saat isi bensin, aku cukup menunggu di belakang setir, cukup membuka kaca samping aja,
Tapi karena ini bukan pom langganan, maka aku turun dan menungguin proses isi bensin.
Kulirik mobil dibelakangku, keren, tinggi dan gagah, toyota fortuner.
Belum lagi separo isi, mendadak lampu fortuner tsb berkedip-kedip dan membunyikan klakson...brengsek amat ni orang! Nggak sabar! Sambil setel tampang sangar ku pelototi si sopir...berharap dia tahu diri. Ehh...dia malah membuka kaca dan mengeluarkan kepala dan sambil menyeringai....busyet! Nantang ni orang.... Gua hajar loe....
Dia malah turun dari mobil...menyeringai dan mendekatiku...aku bersiap....
'ada apa mas!' aku berkata ketus....orang itu melepas kaca mata hitamnya...tersenyum lebar memamerkan giginya yg agak tonggos dan menjawab, 'son..son...kamu lupa aku ya? Aku teman mu dulu'
Wah..! terkejut aku...ku terima uluran tangannya dan kita bersalaman....
'sorry aku lupa, kayaknya sudah lama sekali ya mas....o ya biar kupinggirkan dulu mobilku, kita ngobrol sebentar ok..?'
Setelah dia selesai mengisi bensin kemudian kami ngobrol sebentar...
Baru ku ingat dia teman KKN ku satu desa, dia dari fakultas teknik sipil, namanya 'Arif', kita sempat tinggal di rumah pak lurah selama 3 bulan, tahun 1990...yah udah 19 tahun jelas aja aku lupa, tapi herannya dia masih ingat aku...
Kita kemudian bertukar nomor ponsel. Dia sekalian mengundang aku makan2 besoknya di suatu restoran yang bonafid didaerah sekitar malioboro...ok aja aku....
Kita kemudian berpisah.
Besok malamnya aku sudah siap dengan setelan celana abu2, sepatu coklat, dan kaus putih plus jas abu2 juga tanpa dasi...nggak terlalu formal...tapi rapi. Jam 8.malam aku sampai resto tsb, ternyata dia sudah menunggu di VIP room...dia dengan istri nya saja. Makanan yang kita pesan chinese food, dibuka dengan sup hisit...wow! Legit dan mantap, diteruskan dengan, udang saus canton, kepiting ala tio ciu, cumi saus inggris, dst...dst...total ada 7 jenis...bergiliran, dikit2 memang...tapi kemakan semua...yah layaknya pesta kawin ala chinese aja....salah satu undangan pesta yang paling menyenangkan...setelah puas makan...kami menghisap pipa perdamaian...asyiik...sambil ngomyang....hehehe...
Disela-sela obrolan si Arif mendadak diam menatapku, dia merogoh saku baju nya dan meletakkan di depanku koin seratusan perak, kuhitung jumlahnya ada 7, bah...7 ratus perak? Maksudnya apa?
Kulihat matanya berkaca-kaca....dia bilang; 'Son...dulu aku waktu KKN pernah pinjam duitmu 7 ratus perak, buat beli bensin motorku, aku kehabisan duit sama sekali saat itu...ibu ku sekarat dan aku dipanggil pulang...dan berkat uang 7 ratus mu itu aku sempat mendampingi ibu ku saat ajal menjemput....maaf baru kali ini aku bisa membayar hutangku....selama ini aku kepikiran terus dengan mu, dan aku sangat bersyukur di beri kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu dengan mu dan melunasi hutangku...'
Aku termenung...ada semburat rasa haru di kalbu...aku tak mampu berkata-kata....hanya suara serak leher seperti tercekik...'iya, kuterima Rif....aku turut berduka cita ya, karena saat itu aku tidak sempat layat...'.
Si Arif tersenyum lebar...'jadi lunas hutangku ya Son...hahaha...', kami bertiga tertawa lega dan bahagia....kemudian istrinya Arif mengulurkan kado kecil berpita merah, sambil berucap; 'titip buat istrinya ya mas...kenang2an dari kami...'. Kujawab terima kasih banyak...dan juga mengundang mereka untuk berkunjung ke rumahku....
Jam 10 malam kami pulang....perut kenyang.....kupacu jalan jogya-solo 11/4 jam sampe solo.
Istri dan anak sudah tidur....kuletakkan kado di meja lampu tidur.,terus tidur....
Pagi nya aku bangun agak kesiangan...sudah ada kopi kapal api dan roti bakar keju kesukaanku....istriku tersenyum maniiis....sekali....sambil mengucap; Thank's ya pa....gelang emas
nya baguuus sekali....!
Ada berlian nya....emas nya mungkin sekitar 20-an gram...kok tumben papa ngasih kado ultah mahal gini....'
Ya ampuun...aku baru ingat kalo memang istriku ultah 9 hari setelah aku....berarti....sekarang!
Duhhh...........
Sepulang dari evaluasi pasien2 cacat/lumpuh akibat cedera tulang belakang pasca gempa di Klaten, aku berencana pulang ke rumahku yang di kopeng-salatiga. Sudah 3 bulan ini kami sekeluarga pindah domisili di Solo.
Menjelang memasuki kota Jogyakarta, hari mulai gelap, kubelokkan mobil ke pom bensin karena perjalananku akan melewati daerah yang bergunung dan berkabut, malam dan sendiri lagi.
biasanya saat isi bensin, aku cukup menunggu di belakang setir, cukup membuka kaca samping aja,
Tapi karena ini bukan pom langganan, maka aku turun dan menungguin proses isi bensin.
Kulirik mobil dibelakangku, keren, tinggi dan gagah, toyota fortuner.
Belum lagi separo isi, mendadak lampu fortuner tsb berkedip-kedip dan membunyikan klakson...brengsek amat ni orang! Nggak sabar! Sambil setel tampang sangar ku pelototi si sopir...berharap dia tahu diri. Ehh...dia malah membuka kaca dan mengeluarkan kepala dan sambil menyeringai....busyet! Nantang ni orang.... Gua hajar loe....
Dia malah turun dari mobil...menyeringai dan mendekatiku...aku bersiap....
'ada apa mas!' aku berkata ketus....orang itu melepas kaca mata hitamnya...tersenyum lebar memamerkan giginya yg agak tonggos dan menjawab, 'son..son...kamu lupa aku ya? Aku teman mu dulu'
Wah..! terkejut aku...ku terima uluran tangannya dan kita bersalaman....
'sorry aku lupa, kayaknya sudah lama sekali ya mas....o ya biar kupinggirkan dulu mobilku, kita ngobrol sebentar ok..?'
Setelah dia selesai mengisi bensin kemudian kami ngobrol sebentar...
Baru ku ingat dia teman KKN ku satu desa, dia dari fakultas teknik sipil, namanya 'Arif', kita sempat tinggal di rumah pak lurah selama 3 bulan, tahun 1990...yah udah 19 tahun jelas aja aku lupa, tapi herannya dia masih ingat aku...
Kita kemudian bertukar nomor ponsel. Dia sekalian mengundang aku makan2 besoknya di suatu restoran yang bonafid didaerah sekitar malioboro...ok aja aku....
Kita kemudian berpisah.
Besok malamnya aku sudah siap dengan setelan celana abu2, sepatu coklat, dan kaus putih plus jas abu2 juga tanpa dasi...nggak terlalu formal...tapi rapi. Jam 8.malam aku sampai resto tsb, ternyata dia sudah menunggu di VIP room...dia dengan istri nya saja. Makanan yang kita pesan chinese food, dibuka dengan sup hisit...wow! Legit dan mantap, diteruskan dengan, udang saus canton, kepiting ala tio ciu, cumi saus inggris, dst...dst...total ada 7 jenis...bergiliran, dikit2 memang...tapi kemakan semua...yah layaknya pesta kawin ala chinese aja....salah satu undangan pesta yang paling menyenangkan...setelah puas makan...kami menghisap pipa perdamaian...asyiik...sambil ngomyang....hehehe...
Disela-sela obrolan si Arif mendadak diam menatapku, dia merogoh saku baju nya dan meletakkan di depanku koin seratusan perak, kuhitung jumlahnya ada 7, bah...7 ratus perak? Maksudnya apa?
Kulihat matanya berkaca-kaca....dia bilang; 'Son...dulu aku waktu KKN pernah pinjam duitmu 7 ratus perak, buat beli bensin motorku, aku kehabisan duit sama sekali saat itu...ibu ku sekarat dan aku dipanggil pulang...dan berkat uang 7 ratus mu itu aku sempat mendampingi ibu ku saat ajal menjemput....maaf baru kali ini aku bisa membayar hutangku....selama ini aku kepikiran terus dengan mu, dan aku sangat bersyukur di beri kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu dengan mu dan melunasi hutangku...'
Aku termenung...ada semburat rasa haru di kalbu...aku tak mampu berkata-kata....hanya suara serak leher seperti tercekik...'iya, kuterima Rif....aku turut berduka cita ya, karena saat itu aku tidak sempat layat...'.
Si Arif tersenyum lebar...'jadi lunas hutangku ya Son...hahaha...', kami bertiga tertawa lega dan bahagia....kemudian istrinya Arif mengulurkan kado kecil berpita merah, sambil berucap; 'titip buat istrinya ya mas...kenang2an dari kami...'. Kujawab terima kasih banyak...dan juga mengundang mereka untuk berkunjung ke rumahku....
Jam 10 malam kami pulang....perut kenyang.....kupacu jalan jogya-solo 11/4 jam sampe solo.
Istri dan anak sudah tidur....kuletakkan kado di meja lampu tidur.,terus tidur....
Pagi nya aku bangun agak kesiangan...sudah ada kopi kapal api dan roti bakar keju kesukaanku....istriku tersenyum maniiis....sekali....sambil mengucap; Thank's ya pa....gelang emas
nya baguuus sekali....!
Ada berlian nya....emas nya mungkin sekitar 20-an gram...kok tumben papa ngasih kado ultah mahal gini....'
Ya ampuun...aku baru ingat kalo memang istriku ultah 9 hari setelah aku....berarti....sekarang!
Duhhh...........
Thursday, July 23, 2009
Pada hari Minggu
Nampaknya memang menepati jadwal (waktu) bukan merupakan hal yang mudah di Negara kita. Kalau penerbangan di delay karena faktor hujan badai atau landasan tergenang air, bolehlah kita maklum, tapi kalau pada musim kering macam gini penerbangan di tunda dengan alasan faktor cuaca waahh….benar2 membuat kesal.
Minggu lalu aku terpaksa nongkrong di bandara Ngurah Rai-Bali hampir 2 jam, hmm….malas banget, mana nggak bebas nyalain LA Menthol buat menenangkan diri lagi………untung ada smoking area, Di ruang “VIP” khusus perokok yang full music dan asap itu aku bertemu dengan seorang cewek yang juga sama sama satu pesawat ke Jogya. Ngobrol lah kita….menarik juga melihat gayanya bicara, penuh dengan gerak-gerik wajah dan bahasa tubuh….di padu dengan caranya menjepit rokok dengan jari ke satu dan kedua, di putar-putar lagi…kemudian di tempelkan di bibirnya yang di lapisi lip gloss transparan, di hisap lambat-lambat dan di kepulkan ke atas…..kulitnya kuning langsat, memakai jeans ketat dengan atasan kaus kerah dan syal ungu, rambut se bahu di cat semu pirang, kacamata mahal di selipkan di rambut atas jidat….siiip laah……….
Ngobrol punya ngobrol akhirnya ketahuan kalo dia sebenarnya lagi kuliah, belum selesai, masih dalam taraf menyelesaikan penelitian buat disertasi S3 nya di UGM Jogya.
Setelah basa-basi sebentar terus kita kenalan, dia bernama “Sherly” aku memperkenalkan diri sebagai “Rexa”…..peduli amat…boro-boro ngasi nama asli…ya nggak…?. Si Sherly memiliki basic ilmu di bidang Antrophology….wah…ilmu yang sebenarnya nggak jauh-jauh amat dengan basic ilmuku, Cuma pendekatannya dia lebih kearah sosiologi. Obrolan kita nyampe ke penelitian dia yang menyangkut budaya yang terkait dengan adat Jawa-Bali dan pengaruh agama Hindu yang merupakan agama tertua yang masuk ke Indonesia, saat Indonesia masih berupa kerajaan2 yang menganut animisme/dinamisme. Menarik juga mendengar analisa nya tentang bagaimana budaya agama Hindu begitu merasuk dalam adat Jawa – Bali, dia menerangkan pengaruhnya pada arsitektur bangunan, upacara pernikahan, kelahiran bayi, perkawinan bahkan juga tentang ilmu-ilmu2 santet/tenungnya, juga tentang bagaimana sikap sosialisasi antar anggota masyarakat baik secara vertical maupun horizontal.

Lalu gantian obrolan beralih topik tentang aku. Dia nanya pekerjaan ku, ku bilang aja aku bekerja untuk diriku sendiri dengan kata lain seorang swasta, basic ilmu architectur , tapi nggak ku bilang lulusan mana, dia juga nggak nanya…Cuma dia nanya apa aku udah berkeluarga sambil melirik cincin kawin di jari manisku….(wah…kartu mati nih…), Ku bilang sudah, dengan anak dua. Aku ke Bali dalam rangka bisnis…di bidang property……gitu aja…hehehe….pokoknya pede..! Kebetulan aku punya saudara arsitek jadi dikit2 bisa cerita tentang ilmu bangunan dan desainnya. Apalagi dengan jenggot dan brewok yang udah mulai lebat menutupi wajahku, celana jeans belel, dan baju kotak2 merah dengan dua kancing atas yang hilang. Terus aku ganti nanya apa dia udah berkeluarga, dia bilang belum, masih menyelesaikan kuliah S3 nya dulu…lagian calon suami belum ada. Waktu ku tanya apa dia ngak takut kalau terlalu asyik dengan ilmunya malah nanti jadi lupa berkeluarga?....dia bilang nggak terlalu memikirkan soal itu, karena umurnya baru 32 tahun…lagian dia nggak mau direpotkan dengan urusan rumah tangga. Dia menganggap berkeluarga merupakan penghambat dan mubazir buat dia untuk menyelesaikan studinya. Wah….aku sampe kaget mendengar pendapatnya itu, waktu aku menanyakan dasarnya apa dia kok mempunyai pendapat seperti itu… dia bilang dari pengalaman teman2 kolega dan juga saudara2 nya yang cewek, begitu mereka menikah, punya anak, maka waktu mereka akan habis untuk mengurus keluarga. Sebenarnya aku pengin mendebat pendapatnya itu…tetapi ku pikir percuma saja karena toh aku baru kenal sama dia, apalagi dia cantik banget, jadi nggak enak rasanya, ntar di kira sok tahu, sok keren, Ya udah…akhirnya kita ngobrol yang ringan dan lucu-lucu aja.
Akhirnya tak terasa setelah menunggu hampir 2 jam, kita take off juga. Di kabin pesawat dia duduk dua baris diseberang gang didepanku, dia menyempatkan diri melirik kebelakang dan menyunggingkan senyum manis sambil melambaikan tangannya ke aku....Saat mendarat di Jogya kita antri ambil bagasi, dalam situasi yang krodit itu si Sherly menghampiriku dan mengulurkan tangannya memberiku selembar kartu nama dan spontan aku mengambil dompetku, dan mengambil kartu namaku yang terselip didalamnya. Sambil senyum kuberi dia kartu namaku, dia bilang “call me’, sambil mengantongi kartu namanya ku jawab “ok, soon”…kita bersalaman kemudian berpisah.
Ku lihat di parkiran dia menaiki mobil jemputan sedan mewah Bimmer 320i seri terbaru…aku naik taxi minta di antar ke stasiun Tugu untuk meneruskan perjalanan dengan menumpang kereta api Pramex jurusan Solo.
Di dalam taxi, ku ambil kartu nama dia…ku baca…dan….Asseeemmm…iiik….ternyata namanya bukan Sherly, gelar sarjananya juga bukan anthropology tapi Psikiatri / psikiater….hahaha….pantesan…..kena kibul aku….!
Aku yakin dia pasti juga bereaksi yang sama manakala membaca kartu namaku…hehe….
Minggu lalu aku terpaksa nongkrong di bandara Ngurah Rai-Bali hampir 2 jam, hmm….malas banget, mana nggak bebas nyalain LA Menthol buat menenangkan diri lagi………untung ada smoking area, Di ruang “VIP” khusus perokok yang full music dan asap itu aku bertemu dengan seorang cewek yang juga sama sama satu pesawat ke Jogya. Ngobrol lah kita….menarik juga melihat gayanya bicara, penuh dengan gerak-gerik wajah dan bahasa tubuh….di padu dengan caranya menjepit rokok dengan jari ke satu dan kedua, di putar-putar lagi…kemudian di tempelkan di bibirnya yang di lapisi lip gloss transparan, di hisap lambat-lambat dan di kepulkan ke atas…..kulitnya kuning langsat, memakai jeans ketat dengan atasan kaus kerah dan syal ungu, rambut se bahu di cat semu pirang, kacamata mahal di selipkan di rambut atas jidat….siiip laah……….
Ngobrol punya ngobrol akhirnya ketahuan kalo dia sebenarnya lagi kuliah, belum selesai, masih dalam taraf menyelesaikan penelitian buat disertasi S3 nya di UGM Jogya.
Setelah basa-basi sebentar terus kita kenalan, dia bernama “Sherly” aku memperkenalkan diri sebagai “Rexa”…..peduli amat…boro-boro ngasi nama asli…ya nggak…?. Si Sherly memiliki basic ilmu di bidang Antrophology….wah…ilmu yang sebenarnya nggak jauh-jauh amat dengan basic ilmuku, Cuma pendekatannya dia lebih kearah sosiologi. Obrolan kita nyampe ke penelitian dia yang menyangkut budaya yang terkait dengan adat Jawa-Bali dan pengaruh agama Hindu yang merupakan agama tertua yang masuk ke Indonesia, saat Indonesia masih berupa kerajaan2 yang menganut animisme/dinamisme. Menarik juga mendengar analisa nya tentang bagaimana budaya agama Hindu begitu merasuk dalam adat Jawa – Bali, dia menerangkan pengaruhnya pada arsitektur bangunan, upacara pernikahan, kelahiran bayi, perkawinan bahkan juga tentang ilmu-ilmu2 santet/tenungnya, juga tentang bagaimana sikap sosialisasi antar anggota masyarakat baik secara vertical maupun horizontal.

Lalu gantian obrolan beralih topik tentang aku. Dia nanya pekerjaan ku, ku bilang aja aku bekerja untuk diriku sendiri dengan kata lain seorang swasta, basic ilmu architectur , tapi nggak ku bilang lulusan mana, dia juga nggak nanya…Cuma dia nanya apa aku udah berkeluarga sambil melirik cincin kawin di jari manisku….(wah…kartu mati nih…), Ku bilang sudah, dengan anak dua. Aku ke Bali dalam rangka bisnis…di bidang property……gitu aja…hehehe….pokoknya pede..! Kebetulan aku punya saudara arsitek jadi dikit2 bisa cerita tentang ilmu bangunan dan desainnya. Apalagi dengan jenggot dan brewok yang udah mulai lebat menutupi wajahku, celana jeans belel, dan baju kotak2 merah dengan dua kancing atas yang hilang. Terus aku ganti nanya apa dia udah berkeluarga, dia bilang belum, masih menyelesaikan kuliah S3 nya dulu…lagian calon suami belum ada. Waktu ku tanya apa dia ngak takut kalau terlalu asyik dengan ilmunya malah nanti jadi lupa berkeluarga?....dia bilang nggak terlalu memikirkan soal itu, karena umurnya baru 32 tahun…lagian dia nggak mau direpotkan dengan urusan rumah tangga. Dia menganggap berkeluarga merupakan penghambat dan mubazir buat dia untuk menyelesaikan studinya. Wah….aku sampe kaget mendengar pendapatnya itu, waktu aku menanyakan dasarnya apa dia kok mempunyai pendapat seperti itu… dia bilang dari pengalaman teman2 kolega dan juga saudara2 nya yang cewek, begitu mereka menikah, punya anak, maka waktu mereka akan habis untuk mengurus keluarga. Sebenarnya aku pengin mendebat pendapatnya itu…tetapi ku pikir percuma saja karena toh aku baru kenal sama dia, apalagi dia cantik banget, jadi nggak enak rasanya, ntar di kira sok tahu, sok keren, Ya udah…akhirnya kita ngobrol yang ringan dan lucu-lucu aja.
Akhirnya tak terasa setelah menunggu hampir 2 jam, kita take off juga. Di kabin pesawat dia duduk dua baris diseberang gang didepanku, dia menyempatkan diri melirik kebelakang dan menyunggingkan senyum manis sambil melambaikan tangannya ke aku....Saat mendarat di Jogya kita antri ambil bagasi, dalam situasi yang krodit itu si Sherly menghampiriku dan mengulurkan tangannya memberiku selembar kartu nama dan spontan aku mengambil dompetku, dan mengambil kartu namaku yang terselip didalamnya. Sambil senyum kuberi dia kartu namaku, dia bilang “call me’, sambil mengantongi kartu namanya ku jawab “ok, soon”…kita bersalaman kemudian berpisah.
Ku lihat di parkiran dia menaiki mobil jemputan sedan mewah Bimmer 320i seri terbaru…aku naik taxi minta di antar ke stasiun Tugu untuk meneruskan perjalanan dengan menumpang kereta api Pramex jurusan Solo.
Di dalam taxi, ku ambil kartu nama dia…ku baca…dan….Asseeemmm…iiik….ternyata namanya bukan Sherly, gelar sarjananya juga bukan anthropology tapi Psikiatri / psikiater….hahaha….pantesan…..kena kibul aku….!
Aku yakin dia pasti juga bereaksi yang sama manakala membaca kartu namaku…hehe….
Labels:
Minggu pagi dan Tk Parkir
Friday, July 17, 2009
Menunggui'mu

Batu itu mungkin mengeluh, capek,penat menopang tubuhku....
Angin mungkin juga mengeluh, merintih, lelah mengelusku....mematung, diam.
Air itu berriak,mengombak lembut, memantulkan bayangku...lonjong, oval,gepeng, kabur, hmmm...seperti itu kah aku, rapuh.....
Rasa ngilu menjalar,
kupindah joran ke tangan kiri....kemana kau pergi? Bencikah? Bosankah?
Maaf, hanya itu yang kubawa, yang kupunya....
Kamu bebas pergi kemana kamu suka...aku hanya ingin di tepi mu ini...mencelupkan tali senar ke atmosfir hidupmu...berharap kamu tahu aku disitu.....
Friday, June 12, 2009
Surat Buat "Kamu"
Hai,
Apa kabar?
Sudah lama kita tidak bertegur sapa ya…sory bukannya aku melupakanmu, sama sekali tidak. Akhir-akhir ini aku memang disibukkan dengan aktifitas kerja yang menguras pikiran dan tenaga, serasa 24 jam sehari itu terlalu cepat. Yah boleh dikatakan aku di kejar target untuk cepat kuselesaikan. Hari ini kusempatkan menulis surat untukmu, karena saat bulan kemarin aku main ke tempatmu aku terburu-buru pulang jadi hanya sempat meninggalkan buah tangan kesukaanmu di depan rumahmu…yah maklum, aku yakin kamu pasti tahu dari siapa lah buah tangan itu….hehehe…hanya aku dan kamu yang tahu kan…hehehe….rahasia kita berdua lah itu.
Tadi malam aku terima email dari teman kita, gank kita yang terkenal paling “gila”, kamu masih ingat kan siapa aja mereka…? Nah…rencananya besok sabtu jam 11 kita mau ketemuan di rumah makan taman “mang Engking” di Sleman –Jogyakarta. Tuan rumahnya si Lanny….kamu masih ingat kan? dia sekarang dah jadi developer kelas kakap di Jogya. Nah si kelompok orang Jakarta sore ini dah mendarat di Jogya, yang dari arah timur ntar malem nyampe naik KA Argo wilis, yang lain2 aku kurang tahu pada naik apa. Yang jelas pasti rame acaranya besok. Cuma sayang kamu pasti nggak bisa datang kan? Kayaknya cuma aku deh yang paling dekat dengan mu, jadi mau nggak mau ya harus ku kasih tahu, biar aku juga merasa lega.
Oh ya…masih ingat nggak betapa konyol nya aku waktu pertama mengenalmu,
Betapa canggungnya aku berkata-kata dengan mu,
Kau berkulit putih, berhidung mancung, ber-rambut lurus agak kemerahan, bermata kebiruan, bergigi rapi, suka menggigit-gigit bibirmu sendiri, senyummu yang malu-malu, kamu berenang bagaikan ikan, kamu suka pake sepatu basket, tas mu dari kain perca berwarna-warni, tulisanmu bentuknya tajam2 ,…jelek ….hehehe….
Masih kuingat betapa manis kamu dengan kerudung sari mu sepulang shalat Ied...
Masih ingatkah kamu, saat aku bergurau bilang rambut mu kepanjangan, besoknya kamu potong pendek?
Masih ingatkah, pertama aku main ke tempat kost mu.....rumah tua, pepohonan tua, perabotan tua, ibu kost yang juga tua bangka....hiiii….merinding aku......
Masih ingatkah kamu saat kita belajar matematika bersama, besoknya nilai kita malah berantakan ..........(ngapain aja sih?).
Yang jelas ku ingat, ayahmu baik sekali , orang sumatera, ibu mu orang Belanda.
Kudoa'kan kamu baik-baik saja ya..........., Minggu depan aku sempatkan main ke rumahmu, biar ku cabuti rumput ilalang yang memenuhi pusaramu, kemarin aku nggak sempat, biar kubawakan lagi bunga sedap malam kesukaanmu, nanti akan ku cuci bersih nisan mu yang udah berlumut, sayang kalo ntar menutupi wajahmu yang begitu cantik...hahahaha....menurutku loh...!
Dah yaa...ntar aku cerita yang lain lagi,
walaupun surat ini tak sampai, lega hatiku....
salam........
*sigh.....
Apa kabar?
Sudah lama kita tidak bertegur sapa ya…sory bukannya aku melupakanmu, sama sekali tidak. Akhir-akhir ini aku memang disibukkan dengan aktifitas kerja yang menguras pikiran dan tenaga, serasa 24 jam sehari itu terlalu cepat. Yah boleh dikatakan aku di kejar target untuk cepat kuselesaikan. Hari ini kusempatkan menulis surat untukmu, karena saat bulan kemarin aku main ke tempatmu aku terburu-buru pulang jadi hanya sempat meninggalkan buah tangan kesukaanmu di depan rumahmu…yah maklum, aku yakin kamu pasti tahu dari siapa lah buah tangan itu….hehehe…hanya aku dan kamu yang tahu kan…hehehe….rahasia kita berdua lah itu.
Tadi malam aku terima email dari teman kita, gank kita yang terkenal paling “gila”, kamu masih ingat kan siapa aja mereka…? Nah…rencananya besok sabtu jam 11 kita mau ketemuan di rumah makan taman “mang Engking” di Sleman –Jogyakarta. Tuan rumahnya si Lanny….kamu masih ingat kan? dia sekarang dah jadi developer kelas kakap di Jogya. Nah si kelompok orang Jakarta sore ini dah mendarat di Jogya, yang dari arah timur ntar malem nyampe naik KA Argo wilis, yang lain2 aku kurang tahu pada naik apa. Yang jelas pasti rame acaranya besok. Cuma sayang kamu pasti nggak bisa datang kan? Kayaknya cuma aku deh yang paling dekat dengan mu, jadi mau nggak mau ya harus ku kasih tahu, biar aku juga merasa lega.
Oh ya…masih ingat nggak betapa konyol nya aku waktu pertama mengenalmu,
Betapa canggungnya aku berkata-kata dengan mu,
Kau berkulit putih, berhidung mancung, ber-rambut lurus agak kemerahan, bermata kebiruan, bergigi rapi, suka menggigit-gigit bibirmu sendiri, senyummu yang malu-malu, kamu berenang bagaikan ikan, kamu suka pake sepatu basket, tas mu dari kain perca berwarna-warni, tulisanmu bentuknya tajam2 ,…jelek ….hehehe….
Masih kuingat betapa manis kamu dengan kerudung sari mu sepulang shalat Ied...
Masih ingatkah kamu, saat aku bergurau bilang rambut mu kepanjangan, besoknya kamu potong pendek?
Masih ingatkah, pertama aku main ke tempat kost mu.....rumah tua, pepohonan tua, perabotan tua, ibu kost yang juga tua bangka....hiiii….merinding aku......
Masih ingatkah kamu saat kita belajar matematika bersama, besoknya nilai kita malah berantakan ..........(ngapain aja sih?).
Yang jelas ku ingat, ayahmu baik sekali , orang sumatera, ibu mu orang Belanda.
Kudoa'kan kamu baik-baik saja ya..........., Minggu depan aku sempatkan main ke rumahmu, biar ku cabuti rumput ilalang yang memenuhi pusaramu, kemarin aku nggak sempat, biar kubawakan lagi bunga sedap malam kesukaanmu, nanti akan ku cuci bersih nisan mu yang udah berlumut, sayang kalo ntar menutupi wajahmu yang begitu cantik...hahahaha....menurutku loh...!
Dah yaa...ntar aku cerita yang lain lagi,
walaupun surat ini tak sampai, lega hatiku....
salam........
*sigh.....
Subscribe to:
Posts (Atom)