Tuesday, March 30, 2010

Pak Asyangar & Moody blues

“Nigts in white satin….never reaching the end.
Letters I’ve written……., never meaning to send.

Beauty I’d always missed with these eyes before.
Just what the truth is….., I can’t say anymore.

‘Cos I love you….., yes I love you…….,
..Oh how I love you…”

……………………………………….(Moody Blues)


Meleleh air mata di pipi Pak Asyangar….alunan lagu rindu lantunan Moody Blues…terasa menyanyat, mengiris-iris hatinya…terasa perih, sakit.

Tidak habis pikir pak Asyangar mengenai kelakuan mbak Ranee yang seenaknya aja berniat melakukan “poliandri”…”Bah…dunia sudah Gila..!” umpatnya tertahan. Bagaimana mungkin dirinya bisa di-dua kan oleh Ranee dengan hadirnya mas Suno, si polisi muda itu. Kalau memang Ranee memilih si Suno sebagai suaminya ya…silahkan aja…! tapi ngak usah pake acara masih mencintai aku…huhh…..!” keluh Pak Asyangar…

“Memang kalau ditanya apa aku mencintai mbak Ranee…aku nggak tahu, yang jelas aku suka dia, suka bersama dia, suka bermesraan dengannya…yah…pokoknya aku suka “tidur”dengannya…..pak Asyangar melanjutkan “ Tapi aku nggak suka disaat yang sama Ranee juga meladeni orang lain…tidak…tidak….menjijikkan….seperti pelacur aja….aku tidak mau..! Aku mau dia ikhlas melakukannya hanya denganku….duh…Ranee…Ranee……*hikz

Di sruputnya minuman kopi buatan istrinya…terasa hambar, seperti air comberan…tak se mantap buatan Ranee….”Aku harus mengambil sikap…aku nggak mau ada orang lain, kalau memang Ranee masih mencintai aku, dia harus putus dengan Suno..! “….di ketiknya pesan itu di ponsel BB china nya dan di kirim kan ke nomor mbak Ranee……

Pak Asyangar lalu memutar ulang lagu “Nigts in white satin” nya…..dinyalakannya sebatang LA Menthol lights nya….kemudian dikepulkan nya asap pelan-pelan ke atas…tampak putih…lembut…bercerai melambai….seperti kain satin putih……ahh…..

Ponsel pak Asyangar bergetar….diraihnya dan ..”hmm…balasan SMS dari Ranee…” pak Asyangar kemudian membuka dan membacanya….
“ Mas….aku gak mau ninggalkan mas Suno sama Mas….aku milih dua-duanya….kalau suruh milih salah satu aku nggak bisa, aku harus punya status jelas….sebagai istri yang sah….sementara mas Suno juga butuh perempuan sebagai teman hidup….bagaimana kalau kita tuker-tukeran aja……Mas kawinin aku, ntar istri Mas biar sama mas Suno…?”

“ Jangkrik….Kadal…..!!!” pak Asyangar mengumpat keras. “ Poliandri di tolak….. malah minta Swinger…..”



Ps: hehehe….sekali lagi ini cuma cerita yang kebetulan aja nama dan peristiwanya bisa mirip/sama…masih bersambung kok….

Saturday, March 27, 2010

Goes to Museum Sonobudoyo

Kemaren hari Sabtu aq maen ke Museum Sonobudoyo sama adekku sama Mbak Ulin. Kita berangkat kira2 jam 11 siang gt lah. Sampe sana kita beli karcis dulu, lumayan murah lho satu orang cuma 3ooo perak.

Critanya sih kesana mau nanya2 soal Museum Sonobudoyo, soalnya aku ada tugas mbuat laporan tentang museum itu. Tapi entah kenapa sampe sana malah lebih banyak poto2nya daripada ngerjain tugasnya.haha. Di sana juga aku ketemu sama Gata, Ardho ma Fadil. Katanya sih mereka juga lagi ngerjain tugas gt.

Ternyata jalan2 ke museum asik juga :D Banyak benda2 koleksi yg menurutku sih lumayan amazing. hehehe. Di sana aku juga sempet ikutan belajar nggamel (baca: maen gamelan) sama bule gt. Tapi kemaren ada beberapa ruang yg ditutup, kaya ruang emas sama ruang gamelan yg satunya. Abis muter2 poto2 dan capek, kita terus pulang sekitar jam setengah 1 gt. Lagian jam 1 juga udah mau ditutup.hehe.

Ini nih beberapa hasil jepretannya :

Sate Kambing ......"like Father like Son"

Saat istirahat makan siang, aku diajak sama dua orang teman sejawat untuk makan diluar. Biasanya kami semua memang makan di Kantin Pegawai yang memang disediakan khusus untuk para karyawan untuk makan siang yang disediakan oleh institusi tempatku bekerja. Memang menu nya kita nggak bisa milih karena sudah di tetapkan secara terjadwal bulanan. Waktu makan siang ditentukan antara pukul 12.00 - 14.00. Soal menu apa pada hari tersebut kami tidak akan tahu sampai tiba saatnya waktu makan siang.

Kebetulan hari itu aku mendapat bocoran dari salah seorang karyawan bagian instalasi Gizi yang kebetulan mengantar anaknya terapi ke aku. Iseng ku tanya menu makan siang hari ini. Ternyata kurang menimbulkan selera, kerena menu tersebut buatku terlalu manis di lidah. Kebetulan ada beberapa teman juga yang kurang berselera dengan menu tsb, sehingga kami memutuskan untuk makan siang di luar saja. Ada beberapa usulan diantaranya, Sate kambing, steak, siomay, empek2,gado-gado. Akhirnya keputusan diambil kita mau makan sate kambing yang terletak sekitar 1 km dari sini.

Jam 1.30 kami sampai lokasi, tampak ramai banget, kebanyakan para pegawai dilihat dari seragamnya, beberapa kulihat anak2 muda, pegawai Mall dan anak sekolah. Untung saja kami dapat meja dengan 3 kursi , pas buat kami bertiga. Kemudian kami pesan sate 3 porsi dan 3 gelas teh tawar.Wow.... memang enak Sate nya, anakku yang paling besar yang duduk di SMA memang pernah bilang kalau sate di tempat ini terkenal paling enak, kambing nya muda dagingnya empuk, bumbunya bisa milih mau pake bumbu kecap atau bumbu kacang. Harga satu porsi isi 10 tusuk memang 17 ribu....yah...masih dalam batas wajar menurutku mengingat sate nya memang enak.

Setelah selesai makan, kemudian aku memanggil pelayan untuk meminta nota, biasanya salah satu dari kami yang membayarkan dulu, nanti setelah kembali ke tempat kerja baru kita ganti duitnya.
Pelayan menyerahkan lembaran nota ke hadapanku, ku baca tertulis: 5 porsi sate, 5 nasi putih, 1 Gulai, 3 teh tawar,2 krupuk, 2 coca-cola es...Total : Rp 125.000,-

Keningku berkerut....."apa nggak keliru ini....?". teman2ku juga ikut kaget...jangan2 keliru nota orang lain...wong kita cuma ber tiga , nggak pesan Gulai, minum juga cuma teh tawar.....

Ku panggil lagi pelayan itu sambil menyerahkan nota dan pasang wajah sangar, ku bilang " Mas...apa nggak keliru ini notanya?...kita cuma pesan sate, nasi sama teh tawar buat ber-tiga...tuh liat bekasnya...."


Si pelayan cuma senyum2 sambil njawab..." Ini sekalian dengan pesanan anak bapak yang duduk di pojok depan Pak, tuuh.....". Seketika ku alihkan pandanganku keseberang ruangan, ke arah yang di tunjuk si pelayan....Tampak Anakku yang SMA bersama seorang temannya...melambai2kan tangan sambil senyum2 nyengir menyeringai, temannya teriak lagi "selamat siang Oom"......Spontan aku ketawa sambil mengumpat "Kurang ekor..dasar anak lanang...enak aja numpang di bayarin...lebih banyak lagi makannya...asem tenan....hehehe....."

Tuesday, March 23, 2010

Pak Asyangar “Threesome”

Sambil mengela nafas panjang Pak Asyangar menjentikkan abu rokoknya ke lantai. “Dasar….perempuan …! , dimana-mana sama aja….!” Umpatnya tertahan. Diperbaiki posisi duduknya agak tegak,ditatapnya dengan tajam seraut wajah yang tampak pucat-pasi menampakkan ketakutan, wajah yang begitu dikenalnya, setiap millimeter kulit di sentuhnya, setiap helai rambut di belainya….mata bulat dengan bulumata lentik yang begitu dikaguminya, hidung mancung dengan tulang hidung sedikit melengkung yang mirip hidung Latin…..ditatapnya bibir tipis, merah basah merekah yang begitu nikmat dikecupnya. Mbak Ranee tak mampu berkata-kata, dia begitu ketakutan dihadapan sang kekasih gelapnya Pak Asyangar yang sedang murka lara.

Sudah seminggu ini Pak Asyangar kehilangan mbak Ranee……Biasanya setiap hari dia mengirimkan segelas kopi “starkbak ala Ranee” dan sepiring pisang goreng kepok kuning ke ruang kerjanya, dimana setelahnya selalu mereka sempatkan lima menit untuk bercumbu dibalik pintu ruang kerja . Sebagai Lurah, pak Asyangar memiliki ruang kerja yang nyaman, privacy terjamin, dilengkapi dengan sofa, ditempat itulah dia biasanya bercengkerama singkat setiap harinya dengan mbak Ranee.
Namun selama seminggu ini, mbak Ranee tidak muncul, tanpa kabar berita. Disuruhnya salah seorang ajudannya untuk bergerak mencari kabar tentang keberadaan mbak Ranee, dan akhirnya berita itu sampai juga ke telinga Pak Asyangar. Ternyata mbak Ranee “dibawa lari ” oleh seorang anggota Polsek di Kecamatan tempatnya bertugas, bernama “Bripda Suno”. Aparat Polsek tersebut baru lulus dari pendidikan Sekolah Polisi Negara, masih berpangkat rendah, namun katanya memiliki wajah ganteng dan macho…”Ya iyalah….orang baru lulus pendidikan pasti badannya masih kenceng…!” komentar Pak Asyangar sengit waktu mendengan laporan ajudannya…

Kemudian diutuslah sang ajudan untuk menemui mbak Ranee dan memintanya menghadap “Bapak “. Mulanya mbak Ranee enggan dan menolak untuk datang menemui Pak Asyangar, tetapi karena sang Ajudan memaksa dan melakukan somasi , akhirnya mbak Ranee bersedia datang untuk melakukan klarifikasi berkaitan dengan kisah pelariannya dan cinta segitiga antara dirinya, Pak Asyangar dan sang polisi muda, mas Suno.

Sambil menahan amarah dan rasa sakit di Hati yang luar biasa karena merasa dikhianati oleh mbak Ranee, Pak Asyangar berkata “ Ranee….kenapa kau tega melakukan semuanya ini….? Apakah aku selama ini kurang baik kepadamu…? “. Mbak Ranee terdiam sesaat, dirasakan jantungnya berdegup kencang, inilah saatnya dia harus berkata jujur, “

Mas….Ranee minta maaf kalau sudah membuat Mas kecewa dan marah….Jujur saja , Ranee sendiri bingung kenapa mau di ajak lari sama mas Suno, Tadinya dia cuma teman biasa aja yang suka mampir ke warung kopi ku, tapi anehnya Ranee makin lama makin tertarik dengan mas Suno….cara bicaranya, cara mikirnya membuat saya jadi kelimpungan terkenyut-kenyut…..Sampe akhirnya mas Suno mengajakku berkunjung kerumahnya dan aku mau saja ikut….”. Pak Asyangar mengusap keringat di Jidatnya dan berkata dengan suara bergetar, “ Gggrrrrr…..sudah sejauh mana hubungan mu dengan bajingan cilik si Suno itu…!”. Rane menunudukkan wajahnya, dikuatkan hatinya menjawab “ Mas….hubunganku dengan mas Suno sama jauhnya dengan Mas…..maaf….maaf…..”. “ Keparat…! Haram Jadah…! Dasar perempuan tak tahu di untung…..!!!”, Pak Asyangar bekata keras melepas amarahnya. “ Jadi selama semnggu ini kamu asyik ber indehoy dengan dia…? Dasaaarrr…..Buaya…!!!, Awaasss …! Aku nggak terima….aku balas si Bajul-tuwo itu nanti…!, berani-beraninya menginjak-injak martabatku…Heh..Ranee…! sekarang aku mau tanya, Kamu milih dia atau milih aku sekarang…? Ayo…! Tentukan pilihanmu sekarang….!!!!” . Mbak Ranee terguncang, nafas dan buah dada-nya naik turun, airmatanya menitik….anehnya Pak Asyangar justru merasakan adanya rasa hangat ,rangsangan erotis di bawah pusarnya menyaksikan keadaan mbak Ranee sekarang yang begitu ketakutan.

Kemudian dengan suara tercekat menahan tangis mbak Ranee berkata “ Mas…aku tetap sayang dengan Mas….aku tetap mau berhubungan dengan Mas, meladeni semua keinginan Mas kapanpun Mas butuhkan, dan aku tidak menuntut apa-apa, karena Ranee sangat mencintai Mas…..dan tetap nggak kepingin merusak rumah tangga Mas….tapi…..izinkan Ranee menjadi istri mas Suno…karena biar bagaimanapun, Ranee kudu menikah….Ranee nggak mau jadi “Perawan” tua….Ranee kudu punya suami yang sah…..biar teman dan keluarga Ranee juga tenang tidak selalu ngributin status Ranee, kebetulan mas Suno seorang aparat, masih muda, baik hati , kariernya juga bagus, dan kayaknya dia suka dengan Ranee, mas Suno sendiri bilang dia ikhlas mau menerima Ranee apa adanya…yang penting bisa kawin dengan Ranee….Jadi menurut Ranee….itu artinya kita bisa tetap berhubungan Mas……nggak apa-apa kan kalo Ranee milih dua-dua nya….?” Demikian kata Ranee dengan lugu, sambil menatap wajah Pak Asyangar yang kelihatan semakin memerah seperti kepiting direbus…….hehehe……

(ps: nama dan peristiwa cerita ini cuma kebetulan & kayalan belaka, dan masih bersambung terus…..)

Sunday, March 21, 2010

Wanita & Kulit (susu) yg Putih


Hari Jumat kemarin jam 9-10 pagi merupakan jadwalku untuk mengisi acara semacam ‘talkshow’ di suatu stasiun Radio FM di kota Solo. Topik siarannya bisa bermacam-macam. Memang acara ini biasanya dinikmati oleh ibu2 rumah tangga, jadi tidak heran acara tsb banyak di respon oleh kalangan ibu rumah tangga, walaupun pada kenyataannya profil yg mengirim SMS dan Calling bermacam-macam.

Topik yang kubicarakan kemarin adalah mengenai Osteoporosis. Acara diawali dengan sedikit kata pengantar dariku, kemudian setelah diselingi iklan dilanjutkan dengan menanggapi komen yang masuk, ……..persis kayak orang nge-blog aja…hehe….

Ada seorang Ibu berusia 50 tahun yang mengaku sudah meminum Susu merek “A” Selama 5 tahun, tapi kok ya tetap aja keropos tulangnya, bahkan sekarang kena sakit batu ginjal. Ku jelaskan bahwa Tulang baru akan menyerap kalsium kalau tulang mendapat beban/stress dalam bentuk gerak fisik/olahraga/exercise. Lha…ternyata ibu ini Cuma rajin minum susu “A” tapi sehari-hari duduk manis di depan TV nonton sinetron….akhirnya kalsium yg masuk tak akan diserap di tulang, malahan terkumpul di Ginjal dan menjadi Batu.

Ada lagi yg nanya tentang susu apa yg paling baik dan banyak mengandung kalsium, sebenarnya semua susu mengandung kalsium, tidak ada yang paling baik, semua baik, tinggal harga, kemasan dan gengsinya nya saja…hahaha….. Seorang Bapak bertanya, ‘apakah osteoporosis menyebabkan impotensi?’…hehehe….tentu saja tidak, karena laki2 baru mulai mengalami gejala osteoporosis setelah umur 60-70 th>. Jadi impotensinya karena memang hormon testoteron sudah menurun, sekaligus berbarengan dengan kejadian osteoporosisnya.

Sebenarnya Osteoporosis merupakan keadaan yang tanpa gejala dan keluhan selama belum ada komplikasi seperti terjadinya perubahan postur tubuh menjadi lebih bungkuk dan lebih pendek pada usia lanjut. Bahaya terbesar dari Osteoporosis pada adalah resiko terjadinya patah tulang yang mudah terjadi pada ‘manula’,dengan akibat yang bisa mengancam jiwa akibat perdarahan hebat atau infeksi.
Pertanyaan berikutnya, Bagaimana sih cara mencegah osteoporosis…? Ostoporosis tidak bisa dicegah, karena merupakan proses alamiah, hanya kita dapat berusaha untuk meperlambat proses nya saja. Sehingga kita dapat lebih lama menikmati kondisi tubuh dengan tulang yang sehat dan kuat, sehingga dapat menjalankan “activity daily living / ADL” dengan lebih lama dan tenang.

Faktor apa saja yang menyebabkan Osteoporosis…? Sebenarnya dapat di bagi dua, yaitu (1) Primer ; usia, ras, jenis kelamin. (2) Sekunder ; gaya hidup kurang sehat; jarang olah raga, kurang paparan sinar matahari, kegemukan, merokok, alcohol, pengobatan tertentu dalam jangka lama, bed rest lama, asupan gizi yang kurang memadai, dll
Khusus untuk sinar matahari, sebenarnya yang diharapkan adalah sinar UV-B, terbaik pada sekitar pukul 7-9 pagi. Fungsinya adalah membantu proses pematangan pro-vitamin D menjadi Vitamin D, yang nantinya vit D akan berberan pada proses penyerapan kalsium dan remodelling tulang oleh sel2 osteoklas. Jadi…bisakah dipertanggungjawabkan kalau informasi pariwara mengatakan seolah-olah kulit putih tampak lebih cantik tetapi kenyatannya kurang sehat….? Lalu untuk apa memakai krim anti sinar matahari…? Supaya kulit nya tambah putih…? Atau supaya tulangnya makin keropos besok2 nya….?

Wah…wah..Begitu hebatnya pengaruh iklan di media masa, sampai wanitapun “berani” mengorbankan kekuatan tulangnya demi memperoleh kulit yang putih dengan menghindari sinar matahari dan memakai produk penolak sinar matahari…..Begitu mudahnya menguras duit para wanita untuk membeli produk susu “A” demi memperoleh kalsium tinggi, padahal selama kita makan cukup gizi dan rutin jalan kaki 20-30 menit setiap hari, syukur2 dilakukan pagi hari , sudah i cukup untuk menjaga kekuatan tulang kita.
Yah…macam-macam pertanyaan para pendengar, bahkan disela-sela jeda pariwara, si penyiar cewek yang kebetulan baru wisuda, kebetulan sedikit manis, sedikit sexy, sedikit putih, sedikit mancung, sedikit gaya, tapi banyak bicara… nyeletuk ; “Berarti saya beresiko tinggi kena Osteoporosis dong….kerja di ruang ber AC, tanpa kena sinar matahari, banyak duduk… masih pakai cream pemutih wajah masih ditambah sunblock-sunscreen”….

Memang kita harus mengakui bahwa, populasi anak, ABG dan ibu rumah tangga merupakan lahan subur bagi para produsen untuk memasarkan produknya dengan mempromosikan secara “timpang”, tanpa menghiraukan adanya keseimbangan informasi. Buat profesiku, sangat sulit untuk meng-counter nya karena alasan kepentingan bisnis/ekonomi selalu memenangkan segalanya…..